Seminar Internasional Bahasa Arab

Seminar Arb-UMM 1

STAI Al-Qolam mendelegasikan Muhammad Madarik, MA dalam Seminar Internasional Bahasa Arab (al-Nadwah al-Ilmiah li al-Lughah al-Arabiyah) pada tanggal 5-6 November 2014 di Universitas Mumamadiyah Malang. Pengiriman utusan tersebut sebagai bagian dari keikutsertaan perguruan tinggi swasta di Gondanglegi itu dalam menyemarakkan Bulan Bahasa Arab (Syahr al-Lughah al-Arabiyah) tahun 2014.

Menurut Mudhofar, S.Pd, MA, selaku Pembantu Ketua I, kegiatan ini cukup penting tidak saja terhadap sisi peran STAI Al-Qolam ditengah dinamika perkembangan dunia kampus di daerah Malang, tetapi juga memiliki nilai urgensitas yang cukup tinggi bagi peningkatan sisi akademik STAI Al-Qolam terutama pengembangan mutu bahasa asing. Sementara ini, lanjut dosen asal desa Panggungrejo itu, STAI Al-Qolam seiring dengan putaran waktu sudah mulai dikenal oleh masyarakat, termasuk komunitas akademisi. Oleh karena itu, keterlibatan STAI Al-Qolam di dalam acara ilmiah ini merupakan strategi memperlihatkan jati diri sekolah tinggi yang dikelilingi berbagai pesantren di wilayah Gondanglegi itu agar lebih diperhitungkan oleh semua perguruan tinggi di kabupaten Malang dalam setiap even kegiatan yang diselenggarakan. Masih menurut bapak yang mengampu matakuliah Ushul Fiqh itu bahwa secara internal kegiatan ini sedikit banyak akan berimplikasi pada semangat dan animo sebagian besar pihak untuk mengembangkan kompetensi berbahasa asing bagi peserta didik di lingkungan STAI Al-Qolam.

Sementara seminar yang ditempatkan di UMM Dome itu selain menghadirkan pembicara dari Arab Saudi, seperti Dr. uwaid, Dr. Farid, Dr. Majdi, Dr. Abdurrahman, dan Dr. ‘Adil, juga didatangi oleh Dr. Ali Abdul Majid dari Mesir. Disamping itu, acara ini mendatangkan Dr. Yusring, Dr. Abdul Haris dan Dr. Hidayatullah dari Indonesia sendiri. Semua pembiacara dalam kegiatan yang diprakarsai oleh King Abdullah bin Abdul Aziz International Center for Arabic Language di Riadl bekerjasama dengan Ittihad Mudarrisi al-Lughah al-Arabia (IMLA) itu menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar mereka.

Dr. Abdul Haris yang mengangkat tema Nahw Taysir Qira’ah al-Jumal al-Arabiyah Ghair al-Masykulah li Thalabah al-Jami’at al-Islamiyah bi Indonesia (Cara Mudah Membaca Kalimat Arab “Gundul” untuk Mahasiswa Universitas Islam Indonesia) mengungkapkan bahwa pada dasarnya kalimat dalam bahasa Arab tidak akan terlepas perubahan (al-kalimah hiya mu’rabah). Oleh karena itu, setiapa susunan kata hanya perlu perhatian pada aspek perubahan itu saja. “Pada segi proses perubahan itulah kita hanya butuh sedikit memperhatikan identitas kalimat itu, apakah fi’il, fai’il atau fudlah ? Kemudian posisi kalimat, apakah musnad atau musnad ilaih ? Secara garis besar inilah yang sejak awal dipahami oleh pemerhati bahasa Arab,” kata salah satu dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu.
Sedangkan Dr. Yusring Sanusi Baso yang mengusung tema Pendidikan Bahasa Arab dengan Media Teknologi menggebrak suasana dengan ide pembelajaran tanpa batas dan waktu. Cara belajar dengan berbasis IT ini dapat dilakukan semenjak perangkat yang disebut LMS (Learning Management System) dilaunching oleh UNHAS Makasar. “Berkat sistem ini, pembelajaran bahasa Arab tidak lagi terikat dan bahkan bebas ikatan. Jasa internet merupakan layanan yang dapat mempermudah melakukan perkuliahan jarak jauh dan dengan model pembelajaran yang kita ciptakan. Ini bukan perkuliahan kelas jauh,” ungkap orang yang kini ditarik ke Dikti ini.

54 views

Silahkan di share Ke... ?

Leave a Reply

WhatsApp chat