IAI Al-Qolam Bersama Cluster Mataraman Sosialisasi Metode Pelaporan Data di Madiun

6 (3)Pada hari Minggu, (7/6/2015) dari jam 08.00 – 15.30 WIB., telah dilaksanakan Sarasehan Cluster Mataraman Inputing Data Perguruan Tinggi pada Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDIKTI). Sarasehan bertempat di STAI Madiun, Jl. Soekarno Hatta 70 B Demangan Madiun (Depan Polres Madiun).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan biaya swadaya dari masing-masing PTKIS. Turut hadir bapak sekretaris Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta Kopertais Wilayah IV Surabaya, Bapak Muhammad Nuril Huda, M.Ag., dengan tim IT Kopertais, Bapak Muhammad Kholil, M.Ag., dan Muhammad Hasib, S.Ag.

Nara sumber kegiatan ini adalah operator dari STDI Jember, Bapak Muhammad Irhami, dan operator dari IAI Al-Qolam Gondanglegi Malang, Bapak Muhammad Hasyim, M.Pd.I. Peserta yang hadir berjumlah 40 PTKIS dari 45 PTKIS, yang terdiri dari PTKIS wilayah Jombang, Madiun, Nganjuk, Ngawi, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Pacitan, Ponorogo, Magetan, Trenggalek dan Mojokerto, yang koordinatori oleh bapak Ahmad Budiono, S.Pd.I.

Dalam sambutannya, Ketua STAI Madiun berkata bahwa sekarang dalam urusan perpanjangan program studi maka urusannya panjang tidak seperti dulu. Sekarang, jika SK kurang dari 6 bulan maka harus mengajukan borang dan data dicek. Lalu, jika terdapat kekurangan maka tinggal melengkapi datanya, setelah itu sudah bisa mendapatkan tanda terima. Tapi sekarang BAN-PT sudah menerapkan pelaporan yang telah ditentukan oleh dikti, yaitu:

1. Kampusnya tidak termasuk dalam sengketa (catatan dikti)
2. Laporan di forlap.pddikti.go.id minimal 2 semester berurut
3. Dosen yang ber-NIDN dalam satu prodi minimal berjumlah 6
4. Dan lain-lain.

“Oleh karena itu,” imbuh Ketua STAI Madiun, “acara sarasehan ini sangat membantu lembaga yang berkaitan dengan legalitas lembaga, dosen dan mahasiswa. Dalam urusan perpanjangan, ternyata tidak hanya STAI Madiun yang mengalami kesulitan, namun banyak juga perguruan tinggi lain yang telah mengajukan perpanjangan ke BAN-PT ternyata harus kembali untuk cek kelengkapan pelaporannya.”

Belum lagi dengan masalah berita yang terdapat di media massa bahwa sekarang banyak terdapat mahasiswa abal-abal dan dosen abal-abal. Sebenarnya untuk mahasiswa dan dosen, selama itu terdaftar di PDDIKTI dan operator melengkapi laporannya, maka tidak akan terdapat ungkapan abal abal. Dengan demikian, sarasehan ini sangatlah penting untuk dilaksanakan.

Dalam sambutan yang mewakili Kopertais, wakil Kopertais berkata, “Dalam pelaksanaan pelaporan ini jangan hanya melaporkan saja, akan tetapi datanya harus berkualitas dan berkuantitas. Artinya, data yang telah dilaporkan antara data di Kopertais, Dikti dan Emis harus sinkron. Jangan sampai ada mahasiswa yang tidak mempunyai NIRM (Nomor Induk Registrasi Mahasiswa) di Kopertais sehingga data yang ada di PTKIS dan yang lainnya berkesinambungan. Jadi, pengkoordinasian dalam bentuk Cluster ini sangatlah penting dalam mengkoordinir PTS yang ada di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya yang jumlah anggotanya paling banyak dibanding dengan Kopertais yang lainnya.”

Dalam pelaksanaannya, sarasehan tersebut dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama pembahasan tentang menu dan fungsi yang ada di Feeder, cara menggunakan aplikasi Feeder beserta patch-nya, penyebab kegagalan singkronisasi antara Feeder dengan forlap.pddikti.go.id, cara mendapatkan kode registrasi dari www.forlap.dikti.go.id, validasi Feeder yang terdiri dari Mahasiswa non reguler, mahasiswa ganda, validasi mahasiwa, validasi aktivitas mahasiswa, validasi matakuliah, dan validasi aktivitas mengajar dosen.

Adapun sesi kedua berisi cara inputting data, yaitu memasukkan data mahasiswa, histori pendidikan, aktivitas mahasiswa, mata kuliah, kurikulum, pembuatan kelas, input nilai beserta bobotnya, dan daftar mahasiswa lulus/drop out.[]

51 views

Silahkan di share Ke... ?

Leave a Reply

WhatsApp chat