Mahasiswa Al-Qolam Tampilkan Pertunjukan Teater Yang Memukau

Siang itu, suasana gelap menyelimuti ruang auditorium kampus. Penerangan ruang itu hanya terpapar melalui beberapa lampu sorot yang ditempel di tengah atas ruangan. Sekumpulan mahasiswa duduk lesehan menghadap sebuah ruang lapang berbatas tabir hitam yang tampaknya dibuat sebagai panggung pementasan.

Lamat-lamat, muncul seorang lelaki berkumis tebal membuka acara, pertanda pertunjukan akan dimulai.

Pementasan ini merupakan hasil kerjasama antara mahasiswa IAI Al-Qolam dengan siswa MAN I Gondanglegi. Oleh karena itu, komunitas teater masing-masing melakukan pertunjukan secara bergantian. Siswa-siswa MAN I Gondanglegi mengapresiasi puisi D. Zawawi Imron, Dialog Bukit Kamboja dan Alif, sedangkan Komunitas Teater Dara dari IAI Al-Qolam mementaskan teater bertajuk Perhitungan.

Lakon Perhitungan bercerita tentang empat orang mayat (diperankan oleh Halimatus Sa’diyah, Raudhatussolihah, Shallahurrabbani, Muhammad Hamimulllah) yang baru bangkit dari kuburannya untuk menerima pertanyaan dari malaikat Mungkar-Nakir. Keempatnya terlibat percakapan seru tentang bagaimana dan kenapa amal mereka di dunia begitu buruk dan tercela.

Saat sang malaikat (diperankan oleh Abdus Shomad) yang bertugas menanyakan amal sudah datang, dialog yang berlangsung pun makin seru. Terjadi debat yang lucu dan kocak antara sang malaikat dan para mayat. Di satu sisi, sang malaikat menuntut pertanggungjawaban amal perbuatan para mayat itu, di sisi lain, para mayat mengajukan protes dan banding atas proses peradilan saat itu mengingat bahwa perbuatan mereka tidak murni kesalahan pribadi mereka.

Pertunjukan teater Perhitungan sarat dengan kritik sosial dan ide-ide reflektif tentang kondisi sosial, wa bil khusus, masyarakat di Indonesia. Dialog-dialog yang berlangsung di antara para pemeran kerap menyentil pihak-pihak tertentu. Bisa dibilang, pertunjukan itu menyuarakan suara orang-orang kecil dan marjinal yang kerap tertindih kekuatan-kekuatan hegemonik.

Naskah Perhitungan ditulis oleh Drs. Muhammad Azzam Arif, M.Pd. yang merupakan salah satu dosen di IAI Al-Qolam. “Proses penulisan naskah ini cukup panjang,” demikian tutur Romo Azzam, panggilan akrab dosen Bahasa dan Sastra Indonesia ini, “dimulai dari 2011 hingga 2015. Semangatnya menggambarkan situasi saat itu, yaitu anti Orbaisme.”

Apresiasi terhadap pertunjukan itu datang bertubi-tubi. Mahasiswa yang menyaksikannya tampak antusias dan sangat terhibur. Di kalangan dosen pun, tidak sedikit yang turut menyaksikan tontonan edukatif tersebut.

Di penghujung acara, Romo Azzam menyediakan dialog untuk memberi kesempatan kepada para penonton untuk mengeluarkan unek-uneknya mengenai pertunjukan yang barusan berakhir. Romo Azzam menjelaskan bahwa kegiatan berkesenian semacam itu amatlah penting sebab bisa memberikan warna terhadap kehidupan. “Tujuan saya berkesenian tidak lain adalah untuk belajar kehidupan itu sendiri. Dan saya harap teman-teman yang melakukan pementasan barusan punya tujuan yang sama. Kalaupun nanti misal ada yang jadi aktor profesional, jadi seniman, atau lain-lain, itu bukanlah tujuan utama.” Demikian tutur Romo Azzam.

K.H. Madarik Yahya, Wakil Rektor III IAI Al-Qolam bidang kemahasiswaan, juga sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, belajar berteater dan memainkan lakon bukan perkara yang mudah. Oleh karena itu, Gus Mad–sapaan akrab Warek III ini–mendorong agar tahun ini sebuah komunitas teater terbentuk sebagai UKM di IAI Al-Qolam, agar akses pembelajarannya bisa dicapai oleh semua kalangan mahasiswa.

Ahmad Atho’ Lukman Hakim, dosen di Al-Qolam yang juga diminta untuk menyampaikan pandangannya tentang pertunjukan itu, mengatakan bahwa dukungan dan perhargaan sudah seharusnya diberikan kepada para mahasiswa yang turut serta dalam pertunjukan tersebut. Namun dia mengingatkan agar orientasi kegiatan semacam itu harus ditujukan kepada Sang Pencipta. Apapun kegiatannya, asalkan tetap membawa dan diorientasikan untuk mengabdi kepada-Nya, insya Allah segalanya akan baik-baik saja.[]

16 views

Silahkan di share Ke... ?

Leave a Reply

WhatsApp chat