Pesta Demokrasi di IAI Al-Qolam

Pesta demokrasi dilangsungkan di IAI Al-Qolam (13/6/2015) untuk memilih ketua BEM dan wakilnya periode 2015-2016. Pemilu Raya (Pemira) ini merupakan puncak dari persiapan yang sudah dilakukan sejak dua bulan silam.

Para calon yang ikut serta dalam kontestasi pemilihan kali ini ada dua kandidat pasangan calon. Pasangan nomor 1 adalah M. Amin Taufiqillah (semester VI) dan Farizal Amir (semester VI), sedang pasangan nomor 2 adalah M. Rodif Hastanta (semester VIII) dan Mursid (semester VI). Kedua pasangan ini akan merebut suara terbanyak.

Pencoblosan dilakukan sejak jam 09.00 hingga jam 14.00. Bilik pencoblosan diletakkan di ruang kelas putih I, yakni di gedung kampus bagian utara.

M Faries Ilham, salah satu panitia KPU Pemira mengatakan, “Pemira tahun ini lebih demokratis, sebab kini semua mahasiswa punya hak untuk menyalurkan suaranya melalui pencoblosan kertas suara. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang membatasi hak suara kepada sebagian mahasiswa saja.”

Tentang visi-misi, calon ketua dari pasangan nomor 1, M Amin Taufiqilla mengatakan, “Ada beberapa visi yang sudah kami rancang untuk kebaikan IAI Al-Qolam ke depan. Pertama, memperbaiki kinerja BEM, terutama HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Kalau kita lihat keadaan di tahun lalu, lembaga-lembaga tersebut sangat memprihatinkan. Kinilah saatnya untuk memperbaikinya. Kedua, meningkatkan kualitas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Selama ini, UKM kondisinya kurang terurus. Banyak di antaranya yang kondisinya antara hidup dan wafat. Apalagi ada amanat dari Wakil Retor III Bidang Kemahasiswaan (WR III) untuk mendirikan UKM Teater, ini adalah gagasan bagus. Ketiga, meningkatkan kemandirian mahasiswa. Artinya mahasiswa didorong untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif, sehingga mahasiswa punya peran aktif untuk memajukan kampus. Keempat, menambah jumlah mahasiswa berprestasi dalam kegiatan perlombaan.”

“Hal ini bertujuan untuk mengaktualisasikan potensi-potensi yang dimiliki oleh mahasiswa,” tambah M Amin Taufiqillah. “Kami yakin, mahasiswa punya potensi yang besar dan kompetitif di luar kampus sekalipun.”

Sedangkan dari kandidat nomor 2, Mursid selaku calon wakil ketua BEM mengatakan, “Visi-misi yang kami rancang sudah diurai dalam beberapa program unggulan. Pertama, meningkatkan mutu dan kinerja BEM, HMJ dan UKM. Kita tahu, unit-unit ini merupakan penyokong utama dalam meningkatkan mutu kampus secara keseluruhan. Kedua, mengadakan pelatihan-pelatihan yang mendukung peningkatan mutu kampus. Ketiga, merevitalisasi perpustakaan. Ini merupakan prioritas program kami, karena kami yakin perpustakaan merupakan jantung dari kehidupan perguruan tinggi. Selama ini kita lihat bersama, kondisi perpustakaan sangat memprihatinkan. Keempat, berkaitan dengan amanat WR III, kami akanmendirikan UKM Teater di Al-Qolam. Ini karena animo kampus terhadap kesenian sudah meningkat.”

Saat ditanya soal Pemira, M Rodif Hastanta mengaku agak kecewa dengan kinerja KPU. “Independesi KPU Pemira agak meragukan, sebab anggota-anggota KPU terdiri dari anggota BEM. Seharusnya,” imbuhnya, “anggota KPU berasal dari luar BEM.”

M Rodif Hastanta juga mengaku kecewa dengan molornya jam pelasanaan Pemira. Seharusnya dimulai jam 08.00, ternyata molor hingga 09.00.”Ini merugikan kami, sebab ada beberapa konstituen kami yang tidak bisa mencoblos karena berbenturan dengan kegiatan di luar kampus.”

“Selain itu, tidak ada debat kandidat. Padahal, kami sangat mengharap debat kandidat akan meningkatkan kepercayaan mahasiswa kepada kami.” Demikian tutup M Rodif Hastanta.

Di kalangan dosen, juga terdapat komentar tentang pelaksanaan Pemira tahun ini. Muhammad Husni, salah satu dosen IAI Al-Qolam, mengaku apresiatif dengan pelaksanaan Pemira. “Hanya saja,” tuturnya, “penentuan waktunya kurang tepat, sebab berbenturan dengan waktu ujian. Sebaiknya, Pemira itu dilaksanakan di luar waktu ujian.”

Muhammad Husni juga menambahkan bahwa sosialisasi oleh KPU kurang maksimal. “Banyak mahasiswa mengaku kaget bahwa hari ini ternyata adalah pelaksanaan Pemira.”

Namun, Muhammad Husni mengaku bangga bahwa pelaksanaan Pemira berlangsung tertib dan aman. Baginya, ini adalah pembelajaran berdemokrasi yang efektif bagi mahasiswa secara umum.[]

10 views

Silahkan di share Ke... ?

Leave a Reply

WhatsApp chat