IAI Al-Qolam Dukung Kegiatan Pemantapan PD-DIKTI di Banyuwangi

Banyuwangi–Untuk ke sekian kalinya, IAI Al-Qolam berkontribusi dalam kegiatan yang diadakan oleh tim operator Pangkalan Data Perguruan Tinggi Islam di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya. Kegiatan kali ini adalah Halalbihalal dan Sarasehan Operator PD-DIKTI Cluster Tapal Kuda-Bali dalam Rangka Pemantapan Pangkalan Data Perguruan Tinggi yang diadakan di Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi, pada hari Jumat dan Sabtu (24-25/7/2015).

Muhammad Hasyim, selaku tim IT dari Al-Qolam, menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah media bagi para operator PTKIS untuk bekerja bersama-sama. Lelaki yang juga menjadi tim IT di Kopertais Wilayah IV ini memang kerap berkeliling ke beberapa PTKIS untuk ikut andil dalam sosialisasi dan pelatihan Feeder PD-Dikti. “Selain kegiatan semacam ini, tiap operator saling komunikasi melalui berbagai media sosial.”

Hasyim menambahkan bahwa kegiatan semacam ini sangat membantu beberapa perguruan tinggi yang tertinggal inputting datanya di PD-DIKTI. “Nah, tujuan kegiatan semacam ini adalah juga mendongkrak beberapa perguruan tinggi yang tertinggal tersebut,” imbuhnya.

Muhammad Nurul Huda, sekretaris Kopertais Wilayah IV, menekankan dalam sambutannya pentingnya kegiatan semacam ini. Baginya, tugas operator sangatlah krusial bagi pengembangan kualitas kampus, sebab operator bertugas mengumpulkan di kampus. “Mutu kampus tidak akan bisa dikembangkan jika mengabaikan pengolahan data.”

Oleh karena itu, acara semacam ini tidak bisa diacuhkan oleh pimpinan perguruan tinggi, imbuh lelaki yang akrab dipanggil Nuril ini. Sebab kegiatan ini merupakan media komunikasi antar operator bersama-sama dengan kopertais.

Selain itu, pangkalan data dan sistem informasi merupakan salah satu elemen penjaminan mutu perguruan tinggi. Nuril menyebutkan ada tiga elemen yang berkaitan dengan pangkalan data dan sistem informasi sebagai penunjang penjaminan mutu.

Pertama, Pangkalan Data Dikti (PD-DIKTI). Kedua, EMIS (education management information sistem). Ketiga, Simkopta (Sistem Informasi Kopertais). Ketiga-tiganya merupakan bahan kuantitatif perguruan tinggi untuk meningkatkan mutunya secara kualitatif.

Nuril mengakhiri sambutannya mengenai kaitan antara kebijakan perguruan tinggi dengan kebijakan kampus. “Inti dari peningkatan mutu itu adalah kepemimpinan. Inti kepemimpinan adalah kebijakan. Kebijakan harus berdasarkan informasi. Nah, informasi tidak lain adalah data yang sudah diolah. Dengan demikian, pimpinan perguruan tinggi sebagai pemegang kebijakan dengan operator pangkalan data mutlak harus bekerjasama demi peningkatan mutu perguruan tinggi.”

Semestara itu, Alip Nuryanto, selaku perwakilan dari PD-DIKTI pusat, mensosialisasikan dalam sambutannya dua peraturan pemerintah yang sangat berkaitan dengan operator pangkalan data perguruan tinggi. Pertama, mengenai jumlah dosen minimal di perguruan tinggi dan sanksinya jika jumlah ini tidak terpenuhi. Hal ini telah diatur dalam Surat Edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 4798/E.E2.3/KL/2015 tanggal 23 Juni 2015.

Yang paling penting untuk diperhatikan dari Surat Edaran tersebut adalah sanksi yang akan dikenai oleh semua perguruan tinggi jika peraturan tersebut tidak terpenuhi, yaitu status non aktif bagi prodi yang jumlah dosennya di bawah jumlah minimal yang berlaku. “Jika statusnya non aktif, maka prodi bersangkutan tidak akan bisa mengusulkan akreditasi ke BAN-PT, sertifikasi dosennya dibekukan, serta tidak bisa menerima hibah dan beasiswa,” tutur Alip.

Pemenuhan jumlah minimal ini berlaku hingga 31 Januari 2016. Jika ada perguruan tinggi yang belum memenuhi hingga tanggal tersebut, maka statusnya akan menjadi non aktif.

Kedua, soal Kodifikasi Program Studi dan Pelaporan pada Pangkalan Data PTKIS. Peraturan ini telah diatur dalam Surat Edaran oleh Kementerian Agama RI nomor SE.I/Dj/I/PP.00.9/131/2014. Yang paling utama dari Edaran adalah pelaporan data mahasiswa, seperti yang sedang diagendakan dalam pertemuan ini.[]

24 views

Silahkan di share Ke... ?

Leave a Reply

WhatsApp chat