Cerita Indah Dibalik Perjuangan Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Masuk Nominasi Lktin Universitas Negeri Malang

Ini sekilas cerita tentang kita bertiga (afifatul farida, anjanillah zumzumi dan choirul solikha). Kami dari mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia semester 4 dan OTW ke semester 5 IAI Al Qolam Malang. Ini cerita kami bertiga yang memang mau serius terjun ke dunia kepenulisan. Berawal dari saya sendiri (choirus sholicha) yang lebih terjun ke dunia kenulisan lebih dulu, awalnya saya iseng-iseng ngikuti grup kepunulisan di fb, di grup itu sering di share tentang event lomba yang berhubungan dengan tulis menulis, akhirnya saya tertarik dan saya mengikutinya. Dan wal hasil saya mengajak ke dua temen saya.


Diwaktu itu saya menemukan pamflet tentang lomba LKTIN Nasional yang di adakan oleh Formadiksi (forum mahadiswa bidukmisi) UM. Awalnya saya mengajak teman-teman dari bidikmisi, sempat setuju tapi pada akhirnya tidak jadi dengan alasan bla bla bla ..?!. Akhirnya saya mengajak teman sekelas saya yang memang lebih dekat sekaligus temen curhat dan teman berbagi saya, dan mereka setuju.

Usut demi usut, setelah membaca format peraturan lombanya, kita mencari dosen pembimbing untuk lomba LKTI tersebut. Setelah kita ber 3 berdiskusi akhirnya kita memilih dosen yang menurut kita memang akrab dan memahami mahasiswanya dan menurut kami beliau adalah dosen yang sangat loyal dengan mahasiswa. Beliau adalah Bpk Muhammad Masykur Baiquni M. Pd. Sebagai dosen sekaligus Kepala Prodi Kami. Langsung kecerita bagaimana kita menyatukan fikiran untuk mengerjakan abstrak penelitian tersebut.

Pengumpulan abstrak lomba deadline pada tanggal 15 mei, kita sempat berfikir sub tema yang akan kita ambil. Kesepakatan bersama kita memutuskan mengambil sub tema pendidikan dan sempat du bicarakan ke dosen pembimbing dan beliau menyetujui. Berhubung pada saat itu kami disibukkan dengan tugas UAS hingga kami tidak sempat untuk membahas abstrak tersebut.

Di hari H tanggal 15 Mei, kami mengerjakan di kampus walaupun saat disibukkan dengan mata kuliah tapi kami bersih keras untuk menyelesaikannya, mengingat pada pukul 00:00 pengiriman abstrak sudah ditutup. Ternyata semua tidak mengikuti kesepakatan awal yang telah diskusikan.

Sempat mencari referensi di hari itu juga akhirnya kita langsung beralih ke sub tema kearifan lokal, dan judul yang diambil adalah Tradisi Pranata Mangsa di Kecamatan Kalipare. untuk menyelesaikan abstrak di waktu jam kuliah tidak memungkinkan. Akhirnya kita punya kesepakatan untuk menyelesaikankan di rumah masing-masing dengan percaya dengan hubungan komunikasi saja.

Dan ternyata setelah saya membuka beberapa media sosial formadiksi ternyata pengiriman abstrak di perpanjang sampai tanggal 7 juni. Akhirnya dapat vernafas dengan lega. Kita sempat memberi tau hasil abstrak kita ke dosen pembimbing menurut beliau masih banyak kekurangan dan hanya gambaran umum pranata mangsa saja, belum memehuni syarat dan ketentuan abstrak.

Berhubung perpanjangan waktu masih panjang. Kita akhirnya dapat berfikir lagi setelah pelaksanaan UAS. Hanya berbekal komunikasi jarak jauh antara team kita. Akhirnya kita sepakat dengan abstrak yang telah saya revisi dari sebelumnya. Kami mengirimkan abstrak tersebut dengan terlalu PD dengan tanpa memberi tau dulu abstrak yang telah kita revisi ke dosen pembimbing.

Singkat cerita, pengumuman abstrak diumumkan pada tanggal 12 Juni pada saat itu di kampus kami memang sudah libur kuliah, saya sebagai ketua, memang syarat menjadi ketua team harus dari mahasiswa bidikmisi. Setelah saya cek di webnya ternyata team kita lulus seleksi abstrak. Rasa senang yang tak terhingga bagi kita. mengingat bahwa team kita merupakan salah satu team yang lolos abstrak dan merupakan satu- satunya tim dari IAI Al Qolam, dan bisa lolos seleksi abstrak. Mengingat pesaing- pesaing dari beberapa Universitas ternama dari seluruh Indonesia. Mohon doa dan dukungan untuk pengiriman fullpaper

49 views

Silahkan di share Ke... ?

Leave a Reply