Anjanillah Zumzumi | Trunojoyo Economic Event

Menjadi tim yang solid memang tak mudah dilakukan, terlebih lagi apabila anggota tim tidak dapat bertemu setiap hari dan memiliki kesibukan masing-masing.

Satu-satunya cara yang dapat dilakukan agar tujuan awal tim tetap tercapai adalah setiap anggota tim bersedia bekerja tanpa menunggu anggota lainnya.

Kami satu tim Afifatul Farida, Anjanillah Zumzumi dan Choirul Solikha adalah mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah di IAI AL-QOLAM Malang.

Menjadi mahasiswa sebuah Institut Swasta yang dalam tahap perkembangan merasa perlu untuk memperkenalkan kampus kami di jajaran kampus lainnya.

Baca Juga : Anjanillah Zumzumi, Mahasiswi IAI Al-Qolam Tembus Nominasi Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional

Sebagai mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia kami sadar bahwa mengasah empat keterampilan bahasa sangatlah penting, terlebih lagi keterampilan menulis.

Mengingat bahwa kami dikesempatan sebelumnya pernah mengikuti event lomba Penulisan Karya Ilmiah di sebuah kampus bergengsi di kota malang dan dengan izin Alla kami mampu lolos seleski abstrak, dan dengan rasa syukur tersebut kami telah mengikuti event lomba kepenulisan di salah satu Universitas di pulau madura yaitu Universitas TRUNOJOYO Madura.

Sistem dan aturan lomba yang hampir sama membuat kami merasa mampu mengikuti event lomba ini dengan mudah, dasar berpikir tersebut yang ternyata justru membuat kami lupa untuk mempersiapkan bahan yang akan dibahas dalam KTI kami dan lupa melihat batas akhir pengiriman tahap seleksi abstrak.

Saat itu tema yang diangkat oleh event lomba tersebut adalah SDG’s (Sustainable Development Goals). SDGs adalah tujuan pembangunan berkelanjutan yang memilki 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.

Tujuan ini dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030.

Terkaitan dengan tema tersebut, event lomba ini memilki subtema: ekonomi dan bisnis; agrokomlek; teknologi; pariwisata dan ekonomi kreativ; sosial dan budaya; pendidikan.

Event lomba sebelumnya kami mengambil subtema kearifan lokal, di TRUNOJOYO ECONOMIC EVENT 2018 ini kami mengambil subtema ekonomi dan bisnis dengan judul KTI (PENGARUH PERILAKU KONSUMTIF TERHADAP FASHION SECARA ONLINE PADA MAHASISWI TADRIS BAHASA INGGRIS INSTITUT AGAMA ISLAM AL-QOLAM MALANG).

Alasan Kmi mengambil judul ini adalah karena salah satu dari 17 tujuan SDGs adalah masalah kemiskinan, kesehatan, dan diskriminasi. Judul yang kami angkat berkaca dari mahasiswa masa kini yang rela tampil trendi dengan tanpa mmedulikan keuangan, kesehatan dan lingkungan sosialnya.

Proses penulisan abstrak ini tidak serta merta berjalan lancar. Kami yang sedang dalam masa libur panjang perkuliahan harus bersedia bekerja tanpa menunggu anggota yang lain.

Kami berkendala jarak rumah yang berjauhan membuat kami hanya mampu berkomunikasi melalu WA dengan rela menyisihkan waktu ditengah-tengah kesibukan kami masing-masing.

Choirul Sholiha sebagai pengurus pondok yang memiliki jadwal padat, Afifatul Farida sebagai aktifis organisasi yang sudah tentu jarang berada dirumah dan sibuk dengan organisasinya, juga saya yang mempunyai bekerjaan sulit untuk membagi waktu ketika dalam masa liburan panjang perkuliahan seperti ini. H- 3 kami baru membicaran lomba tersebut, kami setiap anggota segera mencari referensi yang dapat digunakan dalam lomba ini, karena mempunyai ketertarikan dibidang yang berbeda, Choirul yang tertarik di bidang pendidikan, Afifa yang tertarik dengan perekonomian negara dan saya yang tertarik dibidang sosial membuat kami saling perlawanan arah berpikir sehingga menyebabkan kesulitan memilih subtema.

Hari terakhir pengumpulan naskah kami belum juga memutuskan subtema yang tepat dengan tema lomba yaitu SDGs, belum lagi format kepenulisan yang ternyata memilki format yang berbeda. Pukul 22.00 kami baru memutuskan untuk memilki judul dan memulai pengeditan naskah disana-sini. Detik-detik terakhir yaitu pukul 22.30 salah satu anggota kami yang bertugas mengedit format naskah dan mengirim naskah menghilang entah kemana, yang kami maksut menghilang adalah WA nya tidak aktif, membuat saya kebingungan karena semua berkas perlengkapan lomba berada padanya, disaat-saat terakhir ini pula salah satu kartu mahasiswa kami tidak ditemukan alias hilang, membuat kami benar-benar kebingungan. Berada dikeadaan seperti ini, saya dan satu anggota lainnya bertekad tetap mengirimnkan naskah meskipun ada format yang salah dan berkas yang terlewat. Tepat pukul 23.50 naskah kami kirim dengan tangan gemetar.

Tanggal 18 Juli adalah pengumuman abstrak, kami sudah pesimis sejak awal, karena ada kekurangan berkas naskah namun kami tetap memantau akun Instagram dan Website TRUNOJOYO ECONOMIC EVENT 2018.

Sejak pagi kami mencoba mengakses website tersebut yang ternyata ada kesalah server, kami terus menunggu sambil mengecek email berkali- kali, pukul 19.00 ada email masuk dari event lomba tersebut, dengan grogi saya buka email tersebut, saya membaca deretan nama-nama peserta lomba dengan jajaran nama kampus bergengsi, nyali saya menciut saya berkecil hati, terus saya scrool kebawah ternyata tidak ada nama kampus kami tercinta, saya scrool lagi keatas dan ternyata nama ketua tim dan nama kampus kami kami berada di urutan ke 10 dari atas berbaris dengan kampu-kampus ternama di Indonesia.

Rasa syukur yang tak terhingga mengingat kendala yang kami alami selama penulisan naskah. Pelajaran yang kami ambil dari event ini adalah kita tidak perlu menunggun anggoata lain untuk bekerja dan jangan pernah berkeciil hati, terus lakukan.

Anjanillah Zumzumi

33 views

Silahkan di share Ke... ?

Leave a Reply