SARASEHAN HARI SANTRI NASIONAL DAN PELUNCURAN PESANTREN CENTER

Malang–Setelah melakukan serangkaian acara untuk menyambut Hari Santri Nasional (HSN) dan Dies Maulidiah IAI Al-Qolam, hari ini (27-10-2018) sudah sampai pada acara puncak. Acara ini bertema Sarasehan Hari Santri Nasional dan Peluncuran Pesantren Center.

Acara ini merupakan kerja sama antara Rabithah Ma’ahid Islamiah (RMI) Kabupaten Malang dengan IAI Al-Qolam. Dilaksanakan di halaman kampus, acara ini dipungkasi dengan Orasi Ilmiah Kepesantrenan oleh Plt Bupati Kabupaten Malang, Sanusi.

Abu Yazid, Ketua RMI periode sekarang, menyatakan bahwa lahirnya acara kerja sama ini merupakan salah satu program unggulan RMI Kabupaten Malang. “Kami setiap tahun selalu mengadakan MQK di Hari Santri tiap tahun. Dan kegiatan ini akan selalu bekerja sama dengan IAI Al-Qolam,” tuturnya.

Menurut lelaki yang juga salah satu dewan pengasuh Pondok Pesantren Darun Najah Karangploso ini, RMI memiliki empat program unggulan. Yakni pendataan ponpes se-Malang, Pelatihan Tarjim Qur’an, Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), dan networking. Saat ini, networking yang dilakukan oleh RMI sudah terjalin dengan berbagai pihak, di antaranya PT. Telkom, Polres Malang, dan IAI Al-Qolam.

Di kesempatan yang sama, Dr. Muhammad Adib selaku Rektor IAI Al-Qolam menyambut baik diadakannya acara ini. Dia terkesan karena pada saat itu, berkumpul tiga kekuatan, yaitu kekuatan ulama (kiai atau akademisi perguruan tinggi), kekuatan umara (bupati, camat, aparat desa), dan kekuatan aghniya’ (Pengusaha, bankir, BUMN).

“Ketiganya berkumpul dalam forum ini, dan ketika terangkum dalam kata ‘santri’. Momennya juga Hari Santri. Jadi tepat banget,” tuturnya.

Rektor yang mengaku suka buah durian ini berharap bahwa berkumpulnya tiga kekuatan itu di IAI Al-Qolam akan membawa manfaat besar bagi masyarakat umumnya, dan bagi para santri khususnya.

Berkenaan dengan peluncuran Pesantren Center, Dr. Abdurrohman selaku ketuanya mengatakan bahwa lembaga ini sebenarnya sudah didirikan sejak tahun 2017 silam. Namun gayung bersambut dengan RMI yang memiliki visi dan cita-cita yang sama. Sehingga, visi dan cita-cita bersama itu dikukuhkkan dalam lembaga strategis Pesantren Center.

“Kami berharap,” demikian tutur Abdurrohman, “Pesantren Center akan menjadi pusat data pesantren, pusat kajian pesantren, dan pusat pengabdian terhadap pesantren.”

Abdurrohman sudah mempromosokan studi pesantren ke berbagai tempat. “Bahkan di Malaysia pun kajian tentan pesantren sangat marak,” katanya. “Jadi ketika mereka mendengar bahwa ada Pesantren Center di Indonesia, mereka antusias sekali dan berharap kelak akan menjalin kerja sama dengan Pesantren Center.”

Setelah itu, peluncuran Pesantren Center dilakukan secara simbolik dengan pemotonggan pita oleh Plt. Bupati Kabupaten Malang, Sanusi. Hal ini terlihat dari akronim kata santri itu sendiri dalam Bahasa Arab yang terdiri dari sin, nun, ta’, dan ra’. Masing-masing huruf itu memiliki kepanjangan sendiri-sendiri dan menggambarkan sosok dan identitas santri.

Selanjutnya Sanusi berpesan agar santri bisa memasuki peluang-peluang yang lebih luas. “Saat ini peluang memasuki dunia usaha sangat luas. Pemerintah, mulai dari pusat hingga kabupaten, mendorong agar masyarakat meningkat ekonominya. Maka kaum santri sudah selayaknya ikut serta dalam peluang ini,” tuturnya.

Di akhir acara, terdapat pembagian hadiah bagi para pemenang MQK yang diadakan beberapa hari sebelumnya. Para pemenang dibagi menjadi kategori pemenang putra dan putri.[]

67 views

Silahkan di share Ke... ?

Tinggalkan Balasan